Sejak didirikan pada tahun 1979, Departemen Pendidikan Amerika Serikat telah menjadi topik perdebatan yang hangat. Banyak pemimpin politik, terutama dari Partai Republik, telah mengungkapkan keinginan untuk menghapus lembaga ini. Di antara mereka adalah Presiden Ronald Reagan, yang pada tahun 1983 mengulangi janji kampanyenya untuk menghapus Departemen Pendidikan.
Pada tahun 1995, Lamar Alexander, mantan menteri pendidikan, juga berjanji untuk menghilangkan lembaga ini saat mencalonkan diri sebagai presiden. Selain itu, pada tahun 2022, Betsy DeVos, yang juga pernah menjabat sebagai menteri pendidikan, menyatakan bahwa menurutnya Departemen Pendidikan "seharusnya tidak ada".
Para penentang Departemen Pendidikan berargumen bahwa lembaga ini tidak memiliki dasar konstitusi yang kuat untuk eksis. Mereka berpendapat bahwa pendidikan seharusnya menjadi tanggung jawab negara bagian dan bukan pemerintah federal. Hal ini telah menjadikan penghapusan Departemen Pendidikan sebagai isu yang sering muncul dalam diskusi politik, terutama di kalangan politikus konservatif.
Meskipun banyak yang menyerukan penghapusan, pertanyaan yang muncul adalah mengapa partai tersebut masih belum mampu melakukannya. Mungkin, tantangan yang dihadapi oleh Donald Trump, jika terpilih kembali, akan mirip dengan yang dihadapi Reagan pada tahun 1980-an. Banyak faktor, termasuk dukungan publik dan realitas politik saat ini, dapat mempengaruhi keputusan ini.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa pendidikan merupakan isu yang sangat penting bagi masyarakat Amerika. Dengan begitu banyaknya pendapat dan pandangan yang berbeda, masa depan Departemen Pendidikan masih menjadi tanda tanya.
Foto: Reuters
Departemen Pendidikan Ronald Reagan Lamar Alexander Betsy DeVos