Pada minggu ini, FBI memberikan peringatan serius mengenai meningkatnya kejahatan siber yang berhasil mengakses akun email. Hal ini terjadi meskipun banyak pengguna sudah melindungi akun mereka dengan sistem multifactor authentication (MFA) atau otentikasi dua faktor.
Menurut FBI, serangan ini dimulai ketika pengguna tertipu untuk mengunjungi situs web yang mencurigakan atau mengklik tautan phishing. Tautan ini dapat mengunduh perangkat lunak berbahaya ke komputer mereka. Salah satu cara yang digunakan oleh para penjahat siber untuk mendapatkan akses ke akun email adalah melalui pencurian cookie.
Cookie yang dicuri ini bukanlah cookie pelacak yang sering kita baca, melainkan session cookies atau cookie keamanan, yang juga dikenal sebagai cookie “remember me”. Cookie ini menyimpan informasi login sehingga pengguna tidak perlu masuk setiap kali mengunjungi situs web.
Ancaman ini tidak hanya menimpa satu jenis layanan email saja. Semua platform email yang menyediakan login melalui web berpotensi terkena serangan ini. Namun, layanan email seperti Gmail, Outlook, Yahoo, dan AOL adalah yang paling banyak digunakan dan menjadi sasaran utama.
Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pengguna untuk lebih waspada. Menggunakan MFA adalah langkah yang baik, tetapi tidak cukup untuk melindungi diri sepenuhnya dari serangan ini. Pengguna harus berhati-hati ketika menerima tautan yang tidak dikenal dan memastikan untuk tidak mengunjungi situs web yang mencurigakan.
Dengan semakin meningkatnya kejahatan siber, kesadaran terhadap keamanan digital menjadi sangat penting bagi semua orang, terutama dalam menjaga akun email yang sering digunakan untuk komunikasi sehari-hari.
ancaman siber FBI email keamanan multifactor authentication