Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan optimisme bahwa dividen yang disetorkan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah kepada negara akan mencapai angka Rp90 triliun pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan Erick dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Jumat, 1 November 2024.
"Target dividen sebesar Rp90 triliun ini telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dan merupakan bagian penting dari pendapatan negara," ujar Erick. Ia menambahkan bahwa setoran ini tidak termasuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Erick menjelaskan, proyeksi dividen untuk tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar Rp5 triliun dibandingkan dengan realisasi tahun ini, yaitu Rp85 triliun. Dalam dua tahun terakhir, kontribusi dividen BUMN menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023, laba bersih yang disetor ke negara mencapai Rp81 triliun dan meningkat menjadi Rp85 triliun di tahun 2024.
Meskipun terdapat tantangan dalam merencanakan strategi untuk mencapai target tersebut, Erick mencatat bahwa saat ini hanya ada tujuh BUMN yang mengalami kerugian. "Dari 47 BUMN, hanya sekitar 15 persen yang merugi, yang menunjukkan arah yang positif bagi perusahaan-perusahaan milik negara," tambahnya.
Kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara bukan hanya bergantung pada dividen, tetapi juga pada pajak dan sumber lain. Erick optimis bahwa dengan strategi yang tepat, target yang ditetapkan dapat tercapai dalam waktu yang tidak lama. "Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, Insya Allah target ini bisa tercapai," tutupnya.
Dengan pencapaian ini, diharapkan BUMN dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan negara dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.
Erick Thohir dividen BUMN target 2025 Kemenkeu pendapatan negara