Esneda, seorang pemimpin adat dari suku Yukpa, mengungkapkan komitmennya untuk melindungi tanah dan komunitasnya dari krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, "Saya lahir untuk membela tanah dan rakyat kami."
Krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi ancaman serius bagi suku Yukpa, yang bergantung pada lingkungan untuk mendapatkan makanan, air bersih, dan mempertahankan warisan budaya mereka. Dalam situasi yang semakin mendesak ini, Esneda merasa tidak ada pilihan lain selain mengambil tindakan iklim.
Advokasi Esneda berfokus pada hubungan yang mendalam antara masyarakatnya dan alam. Ia menekankan pentingnya pengetahuan adat dalam menjaga ekosistem. Menurutnya, masyarakat adat memiliki pemahaman yang unik tentang lingkungan, yang dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh planet kita.
Dengan dukungan dari UNHCR, Esneda kini berada di COP16, sebuah konferensi penting tentang perubahan iklim, di mana ia menyerukan tindakan segera untuk melindungi iklim planet dan keanekaragaman hayati. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu negara, tetapi merupakan kewajiban global.
Esneda semakin berkomitmen untuk melindungi komunitasnya serta kelompok rentan lainnya di seluruh dunia. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga planet ini agar tetap sehat untuk generasi mendatang. Dengan semangat yang tinggi, ia siap untuk menyuarakan kepentingan suku Yukpa dan masyarakat adat lainnya dalam forum internasional.
Kehadiran Esneda di COP16 diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mengambil tindakan dalam melindungi lingkungan dan mendukung hak-hak masyarakat adat. Dengan perjuangannya, ia menunjukkan bahwa suara masyarakat adat sangat penting dalam upaya global untuk mengatasi krisis iklim.
Esneda COP16 aktivisme iklim Yukpa perlindungan lingkungan