Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Flight Test Pertama Pesawat Super Kunang-35 Sukses Dilaksanakan

Komodor Udara Nurtanio baru saja melaksanakan flight test pertama untuk Pesawat Super Kunang-35. Pesawat ini menggunakan mesin VW-35 HP/1195 CC dan merupakan penyempurnaan dari Pesawat NU-25 Kunang, yang prototipenya telah ditingkatkan kemampuannya.

Flight test kedua untuk pesawat ini dilaksanakan pada tahun 1965 dengan menggunakan mesin VW-50 HP/1500 CC, yang kemudian dikenal sebagai Pesawat Super Kunang-50. Pesawat ini terus mengalami peningkatan dengan penggunaan mesin Continental 65 HP dan dinamai Super Kunang-65.

Pesawat Super Kunang-35 dirancang pada tahun 1955 dan mulai dibuat pada tahun 1956, namun baru selesai pada tahun 1958. Hampir seluruh bagian pesawat, termasuk airframe dan propeler, dibuat secara manual. Airframe terbuat dari kayu jamuju, triplek, dan kain CP sebagai pembungkus, sementara baling-baling juga dibuat dari kayu dan roda pendaratnya menggunakan ban scooter.

Spesifikasi teknis dari Pesawat Super Kunang-35 mencakup panjang 5 meter, panjang sayap 7 meter, berat kosong 205 kg, dan berat maksimum mencapai 275 kg dengan kecepatan jelajah 128,72 km per jam. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat ringan bertipe "single seater, low wing, dan tail wheel" untuk keperluan olahraga terbang.

Pada tanggal 2 November 1958, Nurtanio, sebagai perancang dan pembuat pesawat, berhasil melaksanakan test flight dan memberikan registrasi untuk pesawat ini sebagai "Pesawat NU-25 Kunang". Pesawat Kunang yang dibuat oleh Nurtanio ini bertujuan untuk mendukung pengembangan olahraga dirgantara di Indonesia.

Selain itu, diharapkan pesawat ini dapat diminati oleh aeroclub negara-negara tetangga, sehingga komunitas olahraga dirgantara dapat membiayai pembuatan Pesawat Kunang dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan ini, diharapkan olahraga terbang di Indonesia dapat semakin berkembang.

library_books Militer Udara