Pada minggu (20/9/2025) malam hingga hari Senin (21/9/2025), terjadi aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam kejadian tersebut, lima warga sipil tidak bersalah menjadi korban dan meninggal dunia akibat serangan brutal tersebut.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyatakan kecamannya terhadap aksi biadab tersebut. Ia menyebut bahwa peristiwa ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, masyarakat sipil yang tidak terlibat harus dilindungi dan bukan menjadi sasaran kekerasan.
TB Hasanuddin menegaskan, pemerintah dan aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri, harus segera mengusut tuntas peristiwa ini. Mereka harus menangkap pelaku dan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menambahkan bahwa penegakan hukum harus diikuti dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh aspek kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan di Papua.
"Negara harus hadir secara lebih lengkap dan konstruktif di Papua. Melalui dialog dan pembangunan, diharapkan situasi bisa kembali aman dan damai," ujarnya. Ia menekankan bahwa kedepannya, pemerintah perlu melakukan pendekatan yang lebih menyentuh hati rakyat Papua agar berbagai masalah bisa diatasi secara berkelanjutan.
Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di Papua dan menjadi perhatian serius dari DPR serta masyarakat Indonesia. Mereka menuntut agar keadilan ditegakkan dan perdamaian segera kembali di wilayah tersebut. Penegakan hukum dan pembangunan yang menyentuh langsung rakyat Papua menjadi kunci untuk mengatasi konflik yang berlarut-larut ini.
KKB Papua kekerasan penegakan hukum pembangunan DPR RI