Pada hari Senin, 29 September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif. IHSG naik sebesar 0,59% ke level 8.146,951 poin, menguat dari hari sebelumnya. Kapitalisasi pasar pun menyentuh angka Rp15.084 triliun, menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.
Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan IHSG adalah kinerja sektor barang baku yang melonjak 4,78%. Selain itu, saham-saham dari perusahaan pertambangan dan industri bahan baku lainnya juga mengalami kenaikan besar. Contohnya adalah saham MBMA yang meningkat 16,38%, BRMS naik 10,49%, dan EMAS yang naik 9,23%. Saham perusahaan tambang seperti ANTM dan ARCI juga mengalami kenaikan masing-masing 3,12% dan 9,22%. Bahkan saham PSAB turut naik 5,50%.
Kondisi harga komoditas di pasar dunia kembali mencapai level tertinggi baru (New All Time High/ATH), yang turut mendukung kenaikan harga saham di sektor barang baku dan emas. Harga emas sendiri meningkat 9,23%, menunjukkan minat yang tinggi terhadap logam mulia ini.
Di sisi saham, beberapa emiten yang terkait dengan komoditas dan energi menunjukkan performa menarik. Contohnya adalah saham BREN yang melonjak 7% dan BRPT yang naik 5,69%. Ini menunjukkan bahwa investor tetap optimis terhadap sektor tersebut.
Namun, tidak semua saham menunjukkan penguatan. Bank-bank BUMN seperti BBRI, BBNI, dan BRIS justru mengalami penurunan. BBRI turun 1,24%, BBNI turun 1,44%, dan BRIS turun 2,25%. Ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kinerja sektor perbankan di tengah kondisi pasar saat ini.
Selain itu, beberapa saham dari perusahaan konglomerat seperti CDII dan DSSA juga mengalami penurunan cukup dalam, masing-masing sebesar 3,61% dan 5,84%. Hal ini menandakan adanya sentimen negatif terhadap beberapa perusahaan besar tersebut.
Dari perspektif global, pasar saham Amerika Serikat juga menunjukkan tren penguatan pada Jumat lalu (26/9). Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir naik setelah data inflasi di AS sesuai dengan perkiraan. Meski begitu, ketiga indeks utama tersebut mencatat penurunan mingguan. Reli kenaikan tiga minggu berturut-turut akhirnya berhenti, menunjukkan adanya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global.
Bagaimana prospek IHSG di awal pekan ini? Apakah penguatan ini akan bertahan dan bagaimana rekomendasi saham emiten produsen emas yang harga komoditasnya mencapai level tertinggi baru? Untuk mendapatkan analisis lengkap dan prediksi pasar, jangan lewatkan siaran langsung di IDX 2nd session closing sore ini pukul 15:30 WIB. Siaran ini akan disiarkan secara LIVE di berbagai platform seperti IDX Channel, dan juga streaming di www.idxchannel.com serta aplikasi IDX Channel TV.
IHSG saham komoditas emas bursa ekonomi Indonesia pasar saham