Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Startup AS Terguncang karena Perubahan Kebijakan Visa H-1B

Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan rintisan di Amerika Serikat merasa seperti mengalami guncangan besar. Perubahan kebijakan visa H-1B yang diterapkan pemerintah, termasuk biaya sebesar 100.000 dolar AS, menyebabkan kekacauan di kalangan pendiri dan karyawan mereka.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengusulkan kenaikan biaya visa H-1B yang cukup besar, yang membuat banyak perusahaan kecil dan startup merasa cemas. Selain itu, proposal baru untuk mengubah sistem undian visa juga menimbulkan kekhawatiran bahwa startup tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan teknologi besar yang memiliki dana melimpah.

Beberapa perusahaan bahkan memutuskan untuk menunda proses perekrutan karyawan baru. Seperti yang dialami oleh Alma, sebuah startup teknologi yang fokus memberikan nasihat mengenai visa bagi startup lain. CEO Alma, Aizada Marat, mengatakan bahwa mereka memiliki karyawan yang sudah disetujui untuk visa H-1B dan sedang berada di luar negeri. Ia mengaku sangat takut dan memutuskan untuk menghentikan semua proses perekrutan sampai mendapatkan kejelasan lebih lanjut.

"Kami sangat khawatir karena karyawan kami yang sudah disetujui visa H-1B dan sedang di luar negeri. Kami putuskan untuk menunda semuanya demi mendapatkan penjelasan yang lebih pasti," kata Aizada.

Perubahan ini menimbulkan ketidakpastian besar di kalangan perusahaan rintisan di seluruh Amerika Serikat. Mereka khawatir jika aturan baru ini akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan tenaga kerja asing yang berkualitas, yang sangat penting untuk pertumbuhan usaha mereka.

Banyak yang berharap pemerintah akan segera memberikan kejelasan agar perusahaan bisa merencanakan langkah ke depan dengan lebih baik. Dengan adanya perubahan ini, para pelaku industri teknologi dan startup berharap kebijakan tersebut tidak menghambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

library_books Businessinsider