Pada hari Senin, dunia jurnalisme kehilangan salah satu jurnalis paling berani dan dihormati, David Hirst, yang meninggal dunia di usia 89 tahun akibat penyakit kanker. Hirst, yang terkenal karena keberaniannya dalam meliput konflik di Timur Tengah, selama hidupnya dikenal sebagai pewarta yang tidak takut menghadapi bahaya demi menyampaikan berita yang akurat.
Hirst pernah bertugas selama lebih dari lima dekade, bekerja di berbagai media besar seperti The Guardian dari tahun 1963 sampai 1997, serta menulis untuk Christian Science Monitor, Middle East Eye, dan Daily Star di Lebanon. Keberanian Hirst terbukti saat ia pernah dua kali diculik dan pernah dilarang masuk ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah karena liputannya yang tajam dan kritis.
Menurut mantan koleganya dan juga editor-in-chief Middle East Eye, David Hearst, Hirst adalah seorang jurnalis yang "berani dan berprestasi". Ia sangat dihormati karena keberaniannya mengangkat isu-isu penting dan sensitif di kawasan yang penuh konflik.
Dalam kolom terakhirnya untuk Middle East Eye yang dipublikasikan bulan November tahun lalu, Hirst menyoroti situasi di Gaza dan menanyakan apakah Israel sedang "gila" dalam mengejar genosida dan visi agama untuk Israel yang lebih besar. Ia menyebutkan pendapat seorang ahli sejarah dari Jerman, Moshe Zimmermann, yang membandingkan tindakan Israel sejak perang 1967 dengan masa-masa kelam Nazi di Jerman.
Hirst menulis, "Apakah kegilaan Israel ini akan berakhir seperti kejatuhan Hitler di Jerman?" Ia menambahkan bahwa masa depan mungkin akan menunjukkan jawaban dari pertanyaan tersebut, tetapi menurutnya, sejarah akan mencatat bahwa tindakan Israel sangat mengkhawatirkan.
Kematian David Hirst menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik, terutama yang fokus pada konflik dan isu-isu Timur Tengah. Keberaniannya akan selalu dikenang sebagai contoh jurnalistik yang tidak takut mengungkap kebenaran, meskipun risiko yang harus dihadapi sangat besar.
David Hirst jurnalis veteran Beirut Middle East kematian keberanian liputan konflik Gaza Israel sejarah