Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

40 Personel TRC BPBD Magetan Ikuti Pelatihan Jungle Rescue

Magetan, 24 September 2025 — Sebanyak 40 personel dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Magetan mengikuti pelatihan khusus yang bertema "Jungle Rescue" di Kampung Susu Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 23 dan 24 September 2025, dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pencarian dan pertolongan di hutan dan kawasan pegunungan.

Plt Kalaksa BPBD Magetan, Yok Sujarwadi, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting agar para personel TRC selalu siap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi di wilayah tersebut. "Selama dua hari, 40 personel kita dilatih untuk meningkatkan keterampilan pencarian dan pertolongan. Apalagi di Magetan, ada banyak potensi bencana yang harus diantisipasi," ujarnya pada hari pertama pelatihan.

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi langsung dari narasumber dari Basarnas Pos Trenggalek. Materi tersebut meliputi berbagai teknik dasar dalam melakukan pencarian di kawasan hutan dan cara mengevakuasi korban dengan aman. Kemudian hari kedua, peserta melakukan simulasi pencarian korban di area hutan, yang dirancang agar mereka mampu menghadapi situasi nyata.

"Kalau ada kejadian di Gunung Lawu, misalnya pendaki tersesat atau ada korban lain, personel TRC sudah memiliki skill yang mumpuni untuk melakukan langkah-langkah pertolongan," tambah Yok.

Yok juga menjelaskan bahwa berdasarkan data BNPB, ada 14 potensi bencana yang diidentifikasi di Indonesia, sembilan di antaranya terdapat di wilayah Magetan. Potensi tersebut termasuk banjir, puting beliung, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Tidak hanya di kawasan Gunung Lawu, potensi bencana juga sering terjadi di area wisata air, waduk, dan sungai, yang menjadi tempat favorit warga dan wisatawan.

Selain itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Magetan juga pernah menangani kasus orang tenggelam di berbagai lokasi, bahkan sampai ke wilayah tetangga seperti Bojonegoro. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pelatihan seperti ini agar mereka selalu siap siaga dan memiliki keterampilan lengkap.

Pelatihan ini diakhiri dengan penekanan bahwa semua latihan dilakukan secara serius, seakan-akan kondisi nyata sedang terjadi. "Karena kalau bencana itu datang, tim inilah yang akan langsung turun menyelamatkan warga," tutup Yok.

library_books Diskominfomagetan