Pada Selasa malam, Hong Kong mengambil langkah-langkah besar untuk mengantisipasi datangnya Super Typhoon Ragasa, badai terkuat yang pernah melanda tahun ini. Kota ini menutup sekolah-sekolah dan menutup sebagian besar bandara agar penduduk dan pelancong tetap aman. Selain itu, toko-toko di seluruh kota juga menutup sementara dan para pemilik toko menaruh karung pasir di depan toko mereka sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan banjir dan kerusakan.
Super Typhoon Ragasa, yang setara dengan badai kategori 5, membawa angin kencang hingga 285 km/jam. Badai ini diketahui sebagai badai terbesar di dunia tahun 2025 dan telah menyebabkan setidaknya satu orang meninggal dunia saat melanda sebuah pulau terpencil di Filipina pada hari Senin. Badai ini diperkirakan akan melanda Hong Kong dan sekitarnya dalam waktu dekat.
Badai ini tidak hanya berbahaya karena anginnya yang sangat kencang, tetapi juga karena mampu menyebabkan kerusakan besar. Para ahli memperingatkan bahwa jutaan orang mungkin terdampak oleh badai ini. Setelah Hong Kong, badai ini diperkirakan akan bergerak ke arah utara menuju Vietnam dan Guangdong di China, di mana pihak berwenang telah mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi situasi yang sangat buruk.
Bagi yang ingin mengikuti perkembangan terbaru tentang badai ini, bisa mengunjungi media sosial @BBCNews. Mereka menyediakan informasi terkini yang sangat penting untuk memastikan keselamatan semua orang. Badai Ragasa menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang kapan saja dan penting bagi kita untuk selalu waspada.
Super Typhoon Ragasa Hong Kong badai terbesar penutupan sekolah bandara cuaca ekstrem ancaman badai