Magetan, 21 September 2025 - Semangat dan komitmen dari Paguyuban Pranatacara Magetan terus berkobar dalam usaha melestarikan budaya Jawa. Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang mengadakan pelatihan tata cara adat Jawa kepada para siswa pasinaon Pranatacara.
Acara yang berlangsung di Pendopo Surya Graha ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "Wisuda Siswa Pasinaon Pranatacara" sekaligus perayaan ulang tahun ke-3 Paguyuban Pranatacara Magetan. Dalam acara tersebut, para siswa memperagakan berbagai tata acara adat pernikahan Jawa, mulai dari Temu Manten, Sungkeman, Kacar Kucur hingga Dulangan.
Rudianto, Ketua Panitia acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan adat budaya Jawa. Ia menyampaikan dalam bahasa Jawa bahwa "Landasan acara ini adalah agar budaya Jawa tetap hidup dan dikenal generasi muda." Ia juga berharap agar budaya Jawa dapat tetap lestari di Kabupaten Magetan.
Selain pelatihan, acara ini juga mengukuhkan keberhasilan 34 siswa pasinaon Pranatacara yang telah belajar selama lima bulan terakhir. Mereka dinyatakan lulus dan resmi diwisuda sebagai pranatacara adat Jawa.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting di Kabupaten Magetan, termasuk Bupati Nanik Sumantri, Asisten 2, Kepala Dinas Arpus, Ketua DPRD, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kehadiran mereka menambah semarak dan memberi dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya Jawa.
Dalam sambutannya, Bupati Nanik Sumantri menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para siswa yang turut berperan menjaga dan melestarikan budaya Jawa melalui tata bahasa krama, busana, dan tindak tanduk mereka.
Acara diakhiri dengan serah terima jabatan dari Ketua Lama, Bapa Sukamto, kepada Ketua Baru, Bapa Setyo Nuhari M.Pd, masa bakti 2025-2028. Serah terima ini menandai semangat baru dan komitmen yang terus berlanjut dalam menjaga kekayaan budaya Jawa di Magetan.
Paguyuban Pranatacara budaya Jawa pelatihan adat wisuda Magetan pelestarian budaya