Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Liu Pilih Bekerja di Startup Daripada Big Tech karena Peluang Belajar Lebih Banyak

Bagi banyak lulusan ilmu komputer, bekerja di perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, dan Amazon adalah pilihan utama karena menawarkan nama besar, kestabilan, dan jalur karir yang terstruktur. Namun, berbeda dengan kebanyakan temannya, Lambert Liu memutuskan untuk bekerja di startup. Keputusan ini diambil setelah dia mengikuti magang di kedua tempat tersebut.

Lambert merasa bahwa bekerja di startup memberikan peluang belajar yang lebih banyak dan pengalaman yang lebih beragam. Ia percaya bahwa di startup, ia bisa belajar langsung tentang berbagai aspek teknologi dan bisnis, yang sangat membantu dalam pengembangan karirnya di bidang kecerdasan buatan (AI). Selain itu, jika startup tersebut berhasil dan go public, ada potensi keuntungan finansial yang besar melalui saham.

Dalam wawancara singkat, Lambert berbagi tips untuk lulusan baru yang ingin bekerja di bidang AI. Ia menyarankan agar mereka tidak takut mencoba berbagai pengalaman kerja dan mencari peluang di tempat yang memungkinkan belajar secara langsung. Menurutnya, pengalaman di startup bisa menjadi batu loncatan yang sangat berharga.

Lambert menegaskan bahwa pilihan karir harus disesuaikan dengan tujuan dan minat pribadi. Tidak semua orang cocok bekerja di perusahaan besar, dan bekerja di startup juga bisa memberikan pengalaman yang luar biasa. Dengan semangat dan niat belajar yang tinggi, peluang karir di bidang AI sangat terbuka lebar bagi siapa saja.

library_books Businessinsider