Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dua Pria di Hong Kong Tertipu Rp9,6 Miliar oleh Penipuan Berkedok Pejabat Palsu dan Cryptocurrency

Dua pria berusia dalam rentang tujuh puluhan di Hong Kong menjadi korban penipuan besar-besaran yang menyebabkan mereka kehilangan HK$48 juta, atau sekitar Rp9,6 miliar. Kejadian ini terungkap setelah polisi mengungkap bahwa kedua pria tersebut menjadi korban dari dua penipuan berbeda yang melibatkan penipuan melalui panggilan telepon dan transaksi uang melalui platform cryptocurrency.

Pada hari Jumat, polisi Hong Kong mengumumkan bahwa salah satu korban, yang berusia 77 tahun, menerima panggilan pada tanggal 7 Juni dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat dari Cina daratan. Pelaku penipuan tersebut menuduh korban terlibat dalam kasus kriminal lintas batas dan menuntut pembayaran uang sebagai bukti bahwa dia tidak bersalah.

Penipuan ini adalah bagian dari modus operandi yang semakin marak di Hong Kong, di mana para penipu berpura-pura menjadi pejabat penting untuk menipu korban agar mentransfer uang mereka. Dalam kasus ini, pelaku menggunakan identitas palsu dan menakut-nakuti korban agar mengikuti perintah mereka.

Selain itu, korban lainnya juga mengalami kejadian serupa. Mereka diiming-imingi oleh penipu yang menawarkan peluang investasi di cryptocurrency, yang kemudian berujung pada kehilangan uang yang sangat besar.

Polisi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap panggilan atau tawaran yang mencurigakan. Mereka juga menyarankan agar selalu memeriksa keaslian identitas pejabat yang menghubungi serta tidak melakukan transaksi keuangan tanpa verifikasi yang jelas.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kejahatan siber dan penipuan semakin canggih dan menargetkan orang-orang tua yang mungkin kurang waspada terhadap modus-modus baru tersebut. Masyarakat diimbau untuk melapor jika mendapatkan panggilan atau tawaran yang mencurigakan agar dapat dicegah dan diusut lebih lanjut.

library_books Scmpnews