Sejak kehilangan pekerjaannya sebagai manajer di Walmart, DJ Perdue yang berusia 50 tahun tidak menyerah. Ia mengisi waktu dengan melamar sekitar 10 pekerjaan setiap hari selama satu setengah tahun. Setelah mengalami banyak penolakan, ia memutuskan untuk memulai usaha sendiri, yaitu membuka tempat bermain dalam ruangan bernama TeenyTown di Union City, California.
Perdue memfokuskan usaha ini untuk anak-anak dan menggunakan uang pesangon serta bonus dari pekerjaan terakhirnya sebagai modal memulai bisnis. Ia ingin memberikan tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak di komunitasnya.
Tidak hanya DJ Perdue, ada juga tiga orang lain dari generasi X yang melakukan hal serupa. Mereka memilih menjadi wiraswasta sebagai cara bertahan hidup di pasar kerja yang terasa stagnan dan sulit mendapatkan pekerjaan baru. Beberapa dari mereka melihat usaha sendiri sebagai solusi sementara, sementara yang lain menganggapnya sebagai jalan hidup permanen.
Perpindahan ke dunia usaha sendiri ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan keberanian dalam menghadapi tantangan ekonomi. Banyak orang yang harus beradaptasi dan mencari cara baru agar tetap bertahan dan berkembang.
self-employment PHK usaha keluarga bisnis generasi X