Pada 17 September 2025, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa Israel harus dikeluarkan dari semua kompetisi olahraga internasional. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk sanksi atas tindakan militer Israel di Gaza yang menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.
Sánchez menegaskan bahwa Israel tidak boleh terus menggunakan panggung internasional untuk memperbaiki citranya. Ia membandingkan situasi ini dengan tindakan Rusia setelah invasi ke Ukraina pada tahun 2022, yang juga mendapatkan sanksi internasional. "Israel seharusnya diperlakukan sama seperti Rusia," katanya di hadapan anggota Partai Sosialis Pekerja Spanyol (PSOE).
Pernyataan Sánchez memicu reaksi keras dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Saar menyebut Sánchez sebagai "aib" dan menuduhnya memicu aksi pro-Palestina di Madrid. Demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di ibukota Spanyol ini menyebabkan pembatalan etape terakhir balap sepeda Vuelta a España, yang melibatkan tim dari Israel.
Namun, tidak semua menteri di Spanyol sependapat. Menteri Transformasi Digital, Óscar López, memuji aksi protes tersebut. Ia menyebut bahwa mobilisasi ratusan ribu orang di jalan menunjukkan "bukti perlawanan terhadap genosida di Gaza." Selain itu, Menteri Kebudayaan, Ernest Urtasun, juga menyatakan bahwa Israel seharusnya dilarang tampil di ajang Eurovision tahun depan.
Pernyataan dan aksi ini menunjukkan adanya ketegangan politik yang besar di Spanyol terkait konflik di Gaza dan sikap internasional terhadap Israel. Banyak masyarakat dan pejabat berbeda pendapat tentang cara terbaik menanggapi situasi ini, tetapi yang pasti, isu ini tetap menjadi perbincangan hangat di berbagai media internasional.
Pedro Sánchez boikot Israel kompetisi internasional Gaza sanksi internasional