Program Rampak yang dilakukan oleh Antropos merupakan sebuah kegiatan menarik yang bertujuan untuk mendokumentasikan berbagai jenis pangan lokal dari Sulawesi Selatan. Program ini berfokus pada jenis karbohidrat nonberas, yang merupakan bagian penting dari kebudayaan dan pola makan masyarakat setempat. Dalam kegiatan ini, peserta menjalani penjelajahan selama dua pekan penuh yang disebut dengan istilah ‘pesiar rasa’. Istilah ini dipilih karena menggambarkan pendekatan yang bersifat maritim dan penuh keceriaan dalam melakukan riset.
Selama dua minggu, para peneliti dan pelaku kuliner melakukan perjalanan yang penuh dengan eksplorasi dan pencarian rasa. Mereka tidak hanya melakukan riset secara serius, tetapi juga menjadikan proses ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dan penuh dengan keingintahuan. Pendekatan ‘pesiar rasa’ ini menggabungkan unsur rekreatif dan ilmiah, sehingga proses pencatatan hasil riset tidak terasa membosankan.
Sulawesi Selatan sendiri dikenal dengan kekayaan kuliner dan budaya yang beragam. Pangan lokal yang menjadi fokus utama dalam program ini meliputi berbagai jenis umbi-umbian, sagu, dan bahan pangan lain yang menjadi sumber karbohidrat selain beras. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan peneliti dapat lebih memahami kekayaan kuliner daerah tersebut serta melestarikan kekayaan budaya yang tidak ternilai.
Menurut salah satu peserta, kegiatan ini sangat menyenangkan karena mereka bisa mencoba berbagai rasa dan belajar langsung dari para petani dan ahli kuliner setempat. Mereka juga berharap hasil dari riset ini bisa menjadi acuan dalam pengembangan kuliner dan pelestarian pangan lokal di masa depan. Program Rampak ini menunjukkan bahwa eksplorasi dan riset kuliner bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat, sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.
pangan lokal Sulawesi Selatan karbohidrat nonberas riset kuliner pesiar rasa