Sejarah teori Prancis selama lima puluh tahun sering digambarkan seperti pesta kecerdasan yang penuh warna. Para filsuf seperti Sartre, Beauvoir, Derrida, dan Foucault, awalnya berjuang untuk kebebasan dan pemikiran terbuka. Mereka ingin mengubah cara orang memandang dunia dan diri mereka sendiri. Sartre, misalnya, berbicara tentang apa artinya menjadi manusia, sedangkan Beauvoir menulis tentang kehidupan perempuan. Derrida mempermainkan makna kata-kata, dan Foucault meneliti kekuasaan yang tersembunyi di balik struktur masyarakat.
Namun, ironisnya, perjuangan mereka berbalik arah. Filosofi yang awalnya bertujuan membebaskan akhirnya justru menjadi alat untuk mengatur dan mengawasi. Mereka yang dulu menentang kekuasaan, kini menjadi penjaga aturan dan norma. Deconstruction, teknik yang mereka ciptakan untuk membongkar makna, berubah menjadi cara untuk memperkuat batasan dan aturan. Bahkan, Sartre yang memperjuangkan kebebasan, akhirnya mendukung kekerasan untuk mencapai tujuannya.
Salah satu penyebab utama adalah sikap curiga yang menjadi dasar pemikiran mereka. Mereka tidak sekadar ragu, tapi memandang semua hal sebagai sesuatu yang perlu dipertanyakan secara mendalam. Sayangnya, sikap ini justru membuat mereka menjadi penjaga dogma baru, yang mengawasi dan menghakimi pemikiran orang lain.
Contohnya, Judith Butler, yang mengemukakan bahwa gender itu adalah performa atau pertunjukan, bukan sesuatu yang tetap secara fisik. Awalnya, teori ini sangat halus dan tidak bermaksud menghapus peran biologis. Tetapi, saat teori ini dijadikan slogan dan simbol perlawanan, itu berubah menjadi program yang kaku.
Kisah ini menjadi tragedi karena banyak pemikir hebat yang mengabdikan diri mereka untuk teori ini, dan kini, di abad ke-21, teori tersebut mulai memudar. Meski begitu, yang disesalkan bukanlah kepergiannya, melainkan hilangnya kemungkinan besar yang bisa mereka ciptakan.
Intinya, teori Prancis yang awalnya ingin membebaskan manusia, malah berakhir membelenggu, dan itu adalah tragedi besar dalam sejarah pemikiran manusia.
teori Prancis filsuf emancipation kekuasaan dekontruksi Foucault Derrida Sartre