Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

PM Nepal Mengundurkan Diri Setelah Protes Kekerasan

Pada hari Selasa, situasi di Nepal menjadi sangat tegang. Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil setelah terjadi banyak aksi protes besar-besaran yang menyebabkan kekerasan dan korban jiwa. Protes ini dipicu oleh larangan terhadap 26 platform media sosial yang diberlakukan oleh pemerintah. Larangan tersebut membuat banyak orang marah karena mereka tidak bisa menggunakan Instagram dan Facebook, yang merupakan media sosial populer.

Aksi protes ini berlangsung selama beberapa hari dan menyebabkan kerusakan besar. Beberapa rumah pejabat tinggi di Nepal bahkan dibakar oleh para demonstran. Pada hari Senin, setidaknya 19 orang tewas, termasuk 17 orang di Kathmandu, ibu kota Nepal. Lebih dari 100 orang lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut.

Larangan terhadap media sosial ini diberlakukan karena pemerintah ingin mengatur penggunaan media sosial di negara tersebut. Namun, banyak warga merasa larangan ini tidak adil dan mengganggu kebebasan mereka. Setelah kekerasan terus berlangsung, pemerintah Nepal memutuskan untuk mencabut larangan tersebut. Larangan itu akhirnya dicabut pada pagi hari Selasa, setelah rapat darurat kabinet.

Setelah larangan dicabut, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan ini diambil agar situasi di Nepal bisa lebih tenang dan damai kembali. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kebebasan berpendapat dan penggunaan media sosial di zaman modern. Banyak orang berharap situasi di Nepal segera membaik dan masyarakat bisa kembali hidup dengan aman dan damai.

library_books Dwnews