Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perdana Menteri Nepal Resign Setelah Demo Besar yang Berujung Kekerasan

Pada hari Selasa (9/9), Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan ini diambil setelah dua hari aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh para anak muda di Kathmandu, ibu kota Nepal. Demonstrasi ini dipenuhi dengan kekerasan dan menyebabkan 19 orang meninggal dunia serta lebih dari 100 orang luka-luka.

Aksi demo ini dipimpin oleh generasi Z, kelompok anak muda yang menuntut perubahan pemerintah. Mereka melakukan berbagai tindakan yang cukup ekstrem, termasuk membakar gedung parlemen dan rumah-rumah para pemimpin negara, termasuk rumah Oli sendiri. Tindakan ini menjadi puncak ketegangan yang memaksa Oli untuk mengundurkan diri demi mengakhiri kekacauan.

Meski Oli mengundurkan diri, hal ini tidak otomatis berarti pemerintahan Nepal langsung tumbang. Saat ini, Oli tetap menjabat sebagai kepala eksekutif negara. Sedangkan Presiden Nepal, Ram Chandra Poudel, tetap menjadi kepala pemerintahan. Namun, menurut beberapa sumber, besar kemungkinan Poudel juga akan mengundurkan diri dalam waktu dekat, sehingga pemerintahan Nepal kemungkinan besar akan mengalami pergantian besar.

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya peran generasi muda dalam politik dan bagaimana mereka bisa mempengaruhi jalannya pemerintahan di Nepal. Aksi mereka yang keras ini menjadi perhatian dunia karena menunjukkan bahwa perubahan sedang berlangsung di negara Himalaya tersebut.

library_books Antaranewscom