Microsoft baru saja mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat tentang karyawan mereka. Mulai 26 Januari, semua karyawan yang bekerja di bagian Artificial Intelligence (AI) harus hadir di kantor minimal empat hari dalam seminggu. Kebijakan ini berlaku khusus untuk karyawan yang tinggal dalam jarak 25 sampai 50 mil dari kantor, tergantung lokasi masing-masing. Kebijakan ini diumumkan melalui dokumen internal perusahaan.
Menurut dokumen tersebut, jika ada alasan tertentu yang membuat karyawan tidak bisa hadir di kantor, mereka harus mendapatkan izin dari pejabat tinggi yang langsung melapor ke Mustafa Suleyman, CEO dari grup AI Microsoft. Izin ini juga akan ditinjau setiap tahun, jadi karyawan harus selalu memastikan izin mereka masih berlaku.
Langkah ini diambil Microsoft sebagai bagian dari upaya mereka untuk menyeimbangkan kerja dari rumah dan kerja di kantor. Perusahaan percaya bahwa kehadiran di kantor dapat membantu meningkatkan kolaborasi dan inovasi di antara tim.
Microsoft sendiri telah menerapkan aturan kembali ke kantor secara umum, dan kebijakan ini menunjukkan betapa seriusnya perusahaan dalam mengatur lingkungan kerja di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis. Kebijakan ini berlaku bagi semua karyawan AI, yang bekerja di bawah pengawasan Mustafa Suleyman, CEO bagian AI Microsoft.
Kebijakan ini menunjukkan perubahan besar dalam budaya kerja di perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, yang berusaha menyesuaikan diri dengan tantangan dan peluang baru di era digital saat ini.
Microsoft kembali ke kantor kebijakan baru AI Mustafa Suleyman