Pada Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 27 Agustus 2025, dilaporkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia tetap terjaga. Meski dunia dan kondisi dalam negeri sedang mengalami berbagai dinamika, sektor keuangan tetap menunjukkan kekuatannya.
Salah satu indikator yang menunjukkan kestabilan ini adalah pertumbuhan kredit yang mencapai 7,03% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp8.043,2 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat dan perusahaan masih aktif membutuhkan pinjaman untuk berbagai keperluan, seperti usaha dan pembangunan.
Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal juga menunjukkan hasil yang positif. Hingga tanggal 29 Agustus 2025, dana yang terkumpul di pasar modal mencapai Rp167,92 triliun. Dana ini berasal dari masyarakat dan perusahaan yang menanamkan uang mereka dalam berbagai instrumen keuangan, seperti saham dan obligasi.
Kepala OJK menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang tetap stabil dan sehat. "Kita harus terus menjaga kepercayaan ini agar sektor keuangan tetap kokoh dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar pejabat dari OJK.
Sobat juga dapat melihat laporan lengkap dari hasil rapat ini melalui siaran pers di website resmi OJK, serta menyaksikan rekaman konferensi pers yang tersedia di channel Youtube OJK TV. Dengan adanya laporan ini, diharapkan masyarakat dan pelaku ekonomi tetap optimis dan percaya bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan stabilitas ekonomi yang terjaga.
stabilitas keuangan pertumbuhan kredit dana pasar modal OJK ekonomi Indonesia