PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyampaikan bahwa mereka akan tetap membagikan dividen sebanyak 65 persen dari laba bersih tahun 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, saat menjelaskan rencana perusahaan di tengah adanya spekulasi bahwa rasio dividen bisa naik hingga 80 persen.
Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya, rasio dividen menunjukkan berapa persen laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham. Dalam hal ini, BNI ingin menjaga rasio dividen di angka 65 persen. Menurut Paolo, penentuan besar kecilnya dividen adalah hak utama dari pemegang saham utama, yaitu pemerintah Indonesia.
"Dari sisi manajemen, kami ingin memastikan bahwa rasio dividen tetap berkelanjutan, artinya tidak terlalu tinggi sehingga bisa mengganggu kestabilan keuangan perusahaan di masa mendatang," ujar Paolo. Ia menambahkan bahwa mereka ingin menjaga keseimbangan antara memberikan keuntungan kepada pemegang saham dan menjaga kestabilan keuangan bank.
Meskipun ada dorongan dari pasar dan analisis bahwa rasio dividen bisa naik hingga 80 persen, manajemen BNI memutuskan untuk tetap pada angka 65 persen. Keputusan ini diambil agar perusahaan tetap sehat dan mampu menghadapi berbagai kondisi ekonomi.
Pengumuman ini penting karena menunjukkan bahwa BNI berkomitmen menjaga kestabilan keuangan dan memberikan manfaat kepada para pemegang saham secara berkelanjutan. Keputusan ini juga mencerminkan kedewasaan manajemen dalam mengelola laba dan membagikannya secara bertanggung jawab.
Dengan langkah ini, diharapkan BNI tetap menjadi bank yang sehat dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang berkepentingan.
BNI dividen rasio dividen 2025 ekonomi saham pemerintah