Pada hari ini, sebuah mural karya seni jalanan yang mencolok dan penuh makna muncul di luar Pengadilan Royal di London. Mural ini dibuat oleh Banksy, seniman jalanan yang terkenal dan misterius, dan segera menjadi perhatian banyak orang. Gambar di mural tersebut menunjukkan seorang demonstran yang terbaring di tanah sambil memegang spanduk yang bercampur darah, sementara seorang hakim dengan wig dan jubah hitam memukulnya dengan palu pengadilan.
Mural ini tidak secara langsung menyebutkan peristiwa tertentu, tetapi muncul di tengah ketegangan politik yang meningkat di Inggris. Hal ini terkait dengan pelarangan kelompok Palestina Action oleh pemerintah Inggris pada bulan Juli lalu. Pemerintah melarang kelompok ini karena beberapa anggotanya pernah membobol masuk ke pangkalan Angkatan Udara Kerajaan dan merusak pesawat militer.
Selain itu, dua hari sebelum mural ini muncul, sekitar 900 orang ditangkap saat melakukan aksi protes di London yang mendukung Palestina Action. Pemerintah Inggris menyatakan bahwa mural ini akan segera dihapus demi melindungi bangunan bersejarah tersebut.
Gambar mural ini diunggah oleh Banksy sendiri di akun Instagram resmi miliknya, yang biasanya digunakan untuk mengklaim karya-karya autentiknya. Banyak orang yang menganggap karya ini sebagai bentuk kritik sosial dan politik terhadap kebijakan pemerintah. Mural ini menjadi simbol perlawanan dan menunjukkan bahwa seni jalanan tetap menjadi media yang kuat untuk menyuarakan pendapat masyarakat.
Dengan munculnya mural ini, perhatian publik semakin tertuju pada isu-isu politik dan hak asasi manusia yang sedang berlangsung di Inggris dan dunia. Meskipun akan segera dihapus, karya Banksy ini tetap meninggalkan pesan mendalam tentang keberanian dan kebebasan berekspresi dalam seni.
Banksy mural London kritik pemerintah Palestina Action pengadilan protes seni jalanan