Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Shabana Mahmood Jadi Menteri Dalam Negeri Baru di Inggris di Saat Ketegangan Meningkat

Pada tanggal 9 September 2025, Shabana Mahmood resmi menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Angela Rayner. Pengangkatannya terjadi setelah terjadi reshuffle besar-besaran di kabinet Inggris, menyusul pengunduran diri Angela Rayner sebagai wakil perdana menteri.

Shabana Mahmood, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kehakiman, mendapatkan tugas besar di tengah suasana politik yang sedang tegang. Ia harus mengawasi kebijakan pemerintah terkait migrasi, pengungsi, penegakan hukum, dan keamanan nasional. Saat ini, partai sayap kanan, Reform Party, sedang mendominasi opini publik dan mempengaruhi arah politik di Inggris.

Salah satu isu utama yang selalu dekat dengan Mahmood adalah situasi di Palestina dan Israel. Ia dikenal sebagai pendukung hak-hak Palestina dan sering menggunakan platformnya untuk berbicara tentang isu ini sejak ia menjadi anggota parlemen pada tahun 2010. Situs resmi Mahmood mencantumkan berbagai kesempatan di mana ia berbicara tentang Palestina.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, rekornya terkait masalah Palestina dan keadilan menjadi bahan kritik. Pada November 2023, Mahmood memutuskan abstain dalam sebuah voting penting yang diusulkan oleh Partai Nasional Skotlandia, yang meminta gencatan senjata di Gaza. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendukung hak-hak Palestina.

Selain itu, Mahmood tetap mendukung pimpinan Partai Labour di tengah tekanan dari dalam partai agar mengambil sikap lebih keras terhadap tindakan Israel. Di tengah situasi ini, seorang calon independen bernama Akhmed Yakoob mencalonkan diri melawan Mahmood di daerah pemilihannya, Birmingham Ladywood, dalam pemilihan umum 2024. Yakoob mengkampanyekan isu perang di Gaza dan berhasil mengurangi selisih suara Mahmood secara signifikan.

Hasilnya, suara Mahmood yang sebelumnya unggul 28.582 di tahun 2019 turun menjadi hanya 3.421 suara dalam pemilihan terbaru. Perubahan ini menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu Palestina dan ketegangan politik yang sedang berlangsung.

Dengan posisi barunya sebagai Menteri Dalam Negeri, Mahmood diharapkan akan memainkan peran penting dalam mengelola situasi politik dan keamanan di Inggris, termasuk dalam menanggapi isu-isu internasional seperti konflik di Palestina dan Israel.

library_books Middleeasteye