Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dampak Teknologi Digital terhadap Otak: Mitos dan Fakta

Seiring perkembangan teknologi, muncul istilah baru yaitu "digital dementia" yang merujuk pada masalah memori dan perhatian yang mirip dengan demensia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Manfred Spitzer. Ia mengemukakan bahwa ketergantungan pada layar dan perangkat digital dapat memengaruhi kesehatan otak.

Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi atau scrolling tanpa henti dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, ingatan yang lemah, dan berkurangnya fungsi eksekutif otak, terutama pada anak-anak dan remaja. Studi pencitraan otak juga menemukan bahwa penggunaan perangkat yang berlebihan dapat mengurangi volume bahan abu-abu dan putih di bagian otak yang berperan dalam bahasa dan fokus.

Gejala yang muncul biasanya meliputi mudah lupa, sulit melakukan multitasking, dan perhatian yang cepat terganggu. Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hal yang sama. Pada kelompok orang dewasa yang lebih tua, mereka yang aktif menggunakan teknologi digital justru menunjukkan penurunan risiko demensia hingga 58 persen dan mengalami perlambatan penurunan fungsi otak.

Para ilmuwan menyebut bahwa teknologi bisa berfungsi sebagai "penopang kognitif" yang membantu menjaga kemandirian melalui pengingat, komunikasi, dan tantangan memecahkan masalah yang merangsang otak.

Kesimpulannya, pengaruh teknologi tergantung pada cara penggunaannya. Penggunaan yang pasif dan sekadar konsumsi berlebihan berisiko merusak otak, sedangkan penggunaan yang aktif, interaktif, dan bersosialisasi dapat melindungi otak dari kerusakan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi notifikasi, beragam kegiatan, dan menyisihkan waktu tanpa teknologi agar kesehatan otak tetap terjaga.

Perdebatan tentang "digital dementia" menunjukkan bahwa otak kita terbentuk oleh alat yang kita gunakan setiap hari. Tantangan saat ini bukanlah menghindari teknologi, tetapi menggunakan teknologi secara bijak agar membantu dan tidak merusak kesehatan kognitif kita.

library_books Science