Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pernyataan Kontroversial Seorang Jurnalis Israel tentang Pembunuhan Wartawan Palestina

Seorang jurnalis Israel, Zvi Yehezkeli, mengeluarkan pernyataan yang kontroversial tentang pembunuhan wartawan Palestina dalam serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis. Yehezkeli, yang merupakan koresponden urusan Arab untuk i24 News, menyatakan bahwa pembunuhan tersebut adalah tindakan yang diperlukan dan mendukung tindakan militer Israel terhadap wartawan Palestina. Ia menyebut bahwa wartawan yang tewas adalah bagian dari kelompok militer Hamas yang dikenal sebagai Nukhba.

Yehezkeli, yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki, mengatakan bahwa wartawan tersebut telah merusak reputasi Israel dengan menyebarkan gambar kelaparan yang dialami warga Palestina di Gaza. Ia juga menyamakan wartawan yang tewas dengan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, dan menyatakan bahwa jika Israel memutuskan untuk menghilangkan wartawan, itu adalah keputusan yang tepat.

Dalam serangan yang terjadi pada hari Senin lalu, tentara Israel menewaskan dua wartawan dari Middle East Eye, Mohamed Salama dan Ahmed Abu Aziz. Selain itu, sekitar 20 orang Palestina yang terdiri dari warga sipil dan wartawan tewas dalam serangan tersebut. Tiga wartawan lainnya juga termasuk di antara korban tewas.

Kementerian Komunikasi Israel mengklaim bahwa pembunuhan tersebut terjadi karena kesalahan, namun saluran berita Channel 14 melaporkan bahwa serangan tersebut telah disetujui dan dikoordinasikan dengan pejabat militer senior.

Sejak konflik ini berlangsung, setidaknya 245 wartawan Palestina telah tewas selama apa yang disebut oleh banyak pihak sebagai genosida Israel di Gaza. Peristiwa ini menimbulkan banyak keprihatinan internasional mengenai perlakuan terhadap wartawan dan dampaknya terhadap kebebasan pers di wilayah konflik tersebut.

library_books Middleeasteye