Seorang saksi mata yang identitasnya disembunyikan mengatakan bahwa subkontraktor dari Amerika Serikat yang bekerja untuk Gaza Humanitarian Foundation (GHF) menembaki warga Gaza yang sedang mencari bantuan dari bantuan kemanusiaan. Menurut saksi yang bernama Mike, ia dipekerjakan oleh sebuah perusahaan logistik AS untuk mengemudikan truk bantuan di Israel, tanpa mengetahui bahwa ia akan bekerja sama dengan GHF yang didukung oleh Israel dan AS di Gaza.
Mike mengatakan, "Saya butuh dua atau tiga hari untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya menembaki orang, mereka tidak menembaki tentara." Ia menambahkan bahwa baik tentara Israel maupun petugas keamanan AS yang bertugas di Gaza menembaki warga sipil secara sembarangan, bukan sebagai peringatan.
Ketika ditanya apakah itu tembakan peringatan, Mike menjawab, "Tidak, itu sembarangan." Insiden ini menunjukkan bahwa warga Gaza yang sedang berdiri dan menunggu bantuan dari GHF menjadi korban tembakan yang tidak berperikemanusiaan.
Sementara itu, tentara Israel mengaku bahwa mereka secara sengaja menembak dan menewaskan warga Palestina yang tidak bersenjata yang sedang menunggu bantuan di Gaza, mengikuti perintah langsung dari atasannya.
Data resmi menyebutkan, setidaknya 2.036 warga Palestina telah meninggal dunia dan lebih dari 15.064 orang luka-luka akibat insiden ini. Mereka sedang mengantre di lokasi bantuan GHF atau dalam perjalanan menuju pusat bantuan saat menjadi korban tembakan.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan internasional tentang penggunaan kekerasan yang tidak manusiawi dalam konflik di Gaza. Banyak pihak mendesak agar semua pihak berhenti menembaki warga sipil dan fokus pada upaya kemanusiaan yang aman dan manusiawi.
Gaza bantuan kemanusiaan subkontraktor AS tentara Israel korban