Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp, mengumumkan pengunduran dirinya setelah pertemuan kabinet gagal mencapai kesepakatan mengenai sanksi terhadap Israel. Veldkamp menyatakan bahwa ia merasa tidak mampu lagi mengambil langkah-langkah yang berarti untuk meningkatkan tekanan kepada Israel.
Dalam pernyataannya kepada agen berita ANP, Veldkamp mengatakan, "Saya melihat bahwa saya kurang mampu mengambil langkah tambahan yang bermakna untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel." Ia menambahkan bahwa usulan langkah-langkah yang diajukan selama pertemuan kabinet memang dibahas secara serius, tetapi mendapat penolakan dari beberapa anggota kabinet.
Dua partai politik, Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) serta Gerakan Petani-Warga (BBB), menolak untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Israel. Akibatnya, Veldkamp merasa terbatas dalam menentukan arah kebijakan luar negeri yang ia anggap perlu.
Keputusan ini muncul setelah Belanda menjadi salah satu dari 21 negara yang menandatangani deklarasi bersama pada hari Kamis, yang mengecam pembangunan besar di pemukiman di Tepi Barat yang disetujui Israel, dengan menyebutnya "tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional."
Pengunduran diri Veldkamp ini menunjukkan ketegangan yang sedang berlangsung di antara negara-negara tentang bagaimana menanggapi tindakan Israel di wilayah tersebut. Sementara itu, situasi di Tepi Barat tetap menjadi perhatian internasional karena berbagai negara merasa perlu untuk bertindak demi menjaga hukum internasional dan hak asasi manusia.
Belanda Menteri Luar Negeri sanksi Israel kabinet Tepi Barat