Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Amerika Periksa Data Lebih dari 55 Juta Pemegang Visa Asing

Amerika Serikat sedang melakukan pemeriksaan besar-besaran terhadap data lebih dari 55 juta orang asing yang memegang visa resmi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka tidak melanggar aturan yang bisa menyebabkan mereka dideportasi dari negara tersebut. Pemerintah Amerika mengatakan bahwa semua pemegang visa, termasuk wisatawan, harus melalui proses pemeriksaan yang disebut "continuous vetting" atau pemeriksaan berkelanjutan.

Pemeriksaan ini bertujuan mencari tanda-tanda bahwa pemegang visa tidak memenuhi syarat, seperti tinggal melebihi waktu yang diizinkan, terlibat dalam kejahatan, mengancam keamanan umum, atau terlibat dalam aktivitas terorisme. Pemerintah juga akan memeriksa akun media sosial, catatan hukum, dan catatan imigrasi dari negara asal mereka, serta setiap pelanggaran hukum yang dilakukan saat mereka berada di Amerika.

Selain itu, minggu ini, pemerintah Amerika telah membatalkan lebih dari 6.000 visa pelajar yang dianggap melanggar aturan, seperti tinggal terlalu lama dan melanggar hukum setempat. Kebanyakan pelanggaran yang ditemukan adalah kekerasan, mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, dan dukungan terhadap kelompok teroris.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari usaha pemerintah Amerika untuk meningkatkan keamanan dan memastikan bahwa visa yang diberikan tidak disalahgunakan. Pemerintah berharap, dengan pemeriksaan ini, mereka bisa menjaga keamanan negara dan melindungi warga dari ancaman yang mungkin terjadi dari orang asing yang berkunjung.

library_books Dwnews