Richard Lutz, kepala perusahaan kereta api terbesar di Jerman, Deutsche Bahn, harus mengakhiri masa jabatannya lebih awal dari yang direncanakan. Kepemimpinannya selama ini diwarnai berbagai masalah besar yang membuat perusahaan berada dalam kondisi sulit. Salah satu masalah terbesar adalah kondisi infrastruktur yang sangat buruk dan sering menyebabkan kerusakan serta keterlambatan kereta.
Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat ketepatan waktu kereta jarak jauhnya menurun dari 78,5 persen pada tahun 2017 menjadi hanya 62,5 persen tahun lalu. Hal ini membuat banyak penumpang kecewa karena perjalanan mereka sering terlambat. Selain itu, secara ekonomi, perusahaan ini juga mengalami kerugian selama bertahun-tahun, yang membuat pemerintah Jerman mulai mencari solusi baru.
Dalam upaya memperbaiki keadaan, pemerintah Jerman berencana melakukan perubahan besar di struktur pengelolaan Deutsche Bahn. Mereka ingin menambah tenaga ahli dan menyederhanakan organisasi agar lebih efisien. Richard Lutz sendiri sudah menyiapkan rencana perbaikan besar-besaran, yang disebut sebagai program penyelamatan, untuk tiga tahun ke depan. Program ini termasuk pengurangan ribuan pekerjaan dan perbaikan sekitar 40 jalur utama yang rusak dan usang.
Namun, masalah tidak hanya dari Lutz saja. Para pendahulunya juga menghadapi tantangan yang sama, karena selama bertahun-tahun kurang investasi dalam perbaikan dan pembangunan infrastruktur baru. Akibatnya, kondisi jalur kereta di Jerman sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Sampai saat ini, belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi Richard Lutz. Beberapa nama yang muncul sebagai calon pengganti adalah Jörg Kukies, mantan Menteri Keuangan Jerman, dan Evelyn Palla dari perusahaan kereta api regional DB-Regio. Pemilihan pemimpin baru ini diharapkan dapat membawa perubahan positif agar kereta di Jerman bisa lebih tepat waktu dan aman digunakan.
Deutsche Bahn Richard Lutz pengunduran diri infrastruktur keuangan kereta api Jerman