Bung Hatta adalah tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yang dikenal juga sebagai seorang pecinta buku dan penulis produktif. Ia sangat menyukai membaca dan menulis dalam berbagai bahasa seperti Indonesia, Belanda, Inggris, dan Prancis. Salah satu karya terkenalnya adalah buku berjudul "Alam Pikiran Yunani". Buku ini ditulis saat Bung Hatta diasingkan di Boven Digul dan Banda Neira antara tahun 1934 sampai 1942.
"Alam Pikiran Yunani" berisi sejarah perkembangan filsafat Yunani dari zaman pra-Sokratik hingga masa filsuf terkenal seperti Plotinus. Buku ini membahas pemikiran para filsuf besar seperti Thales, Anaximander, Socrates, Plato, dan Aristoteles. Bung Hatta ingin menunjukkan bagaimana pemikiran mereka tentang alam semesta, eksistensi, etika, dan logika mempengaruhi dunia hingga saat ini.
Dalam pengantar buku itu, Bung Hatta menulis bahwa karya ini lahir dari pengalaman belajar di tempat yang sunyi, di mana ia dan kawan-kawannya belajar ekonomi dan filosofi. Ia percaya bahwa filosofi dapat memperluas pandangan dan memperdalam pemahaman sebagai alat untuk memahami ilmu ekonomi dan kehidupan.
Awalnya, buku ini terbit dalam tiga jilid, tetapi kemudian digabung menjadi satu jilid oleh penerbit Tintamas dan Universitas Indonesia Press. Yang menarik, karya ini juga menjadi maskawin Bung Hatta saat menikahi Siti Rachmiati Meutia, yang dikenal sebagai Rahmi. Bung Hatta menganggap buku ini lebih berharga dari emas dan barang mewah lainnya. Mereka menikah pada 18 November 1945 di Megamendung, Bogor, tidak lama setelah Indonesia merdeka.
Bung Hatta sendiri adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan sangat menghargai ilmu pengetahuan. Karya dan perjuangannya tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah bangsa ini.
Bung Hatta buku Alam Pikiran Yunani filsafat Yunani sejarah Indonesia merdeka