Israel saat ini sedang berusaha keras untuk memastikan hasil akhir dalam konflik di Gaza dan Tepi Barat. Negara ini menggunakan berbagai cara untuk memperkuat posisinya, termasuk menegaskan apa yang disebut sebagai "keistimewaan Israel". Strategi ini memberi mereka hak untuk mengabaikan aturan internasional dan konvensi yang berlaku.
Dalam upaya tersebut, Israel sering menyebut dirinya sebagai "korban yang istimewa". Mereka mengklaim memiliki hak untuk melakukan tindakan yang mungkin tidak diperbolehkan bagi negara lain. Selain itu, mereka juga memanfaatkan interpretasi teks suci secara selektif dan menganggapnya sebagai panduan untuk melakukan tindakan yang keras.
Israel juga mencoba mengalihkan perhatian dunia dari tindakan mereka dengan mengingatkan tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat di masa lalu. Mereka menganggap ini sebagai cara untuk mengurangi kritik terhadap tindakan mereka di Palestina.
Konflik ini menjadi sorotan dunia karena melibatkan banyak isu tentang hak asasi manusia dan aturan internasional. Banyak pihak menaruh perhatian besar terhadap perkembangan situasi di Gaza dan Tepi Barat yang terus memanas.
Israel Gaza Tepi Barat konflik internasional politik strategi pelanggaran hak asasi