Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, telah mengumumkan bahwa negaranya berencana untuk mengakui negara Palestina pada bulan September mendatang. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang semakin memburuk di Gaza. Carney menyebutkan bahwa bencana kemanusiaan yang terjadi di sana telah membuatnya merasa bahwa peluang untuk mendirikan negara Palestina semakin menjauh.
Dalam pernyataannya, Carney menekankan pentingnya Otoritas Palestina, yang mengatur sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, untuk melakukan reformasi yang sangat dibutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa kelompok Hamas tidak dapat berperan dalam proses ini. "Reformasi ini diperlukan agar negara Palestina bisa berdiri dengan kokoh," katanya.
Selama ini, Kanada telah berkomitmen pada solusi dua negara sebagai bagian dari proses perdamaian yang dinegosiasikan. Namun, Carney menyatakan bahwa pendekatan ini sekarang sudah tidak lagi bisa dipertahankan. "Kita melihat bahwa situasi ini membutuhkan langkah yang lebih tegas," ujarnya.
Tanggapan negatif datang dari pemerintah Israel, yang mengkritik rencana pengakuan negara Palestina ini. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut langkah tersebut sebagai "hadiah untuk Hamas". Mereka menambahkan bahwa pengakuan negara Palestina justru akan merugikan upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan merusak usaha untuk membebaskan sandera yang masih tersisa.
Perlu diketahui bahwa konflik antara Palestina dan Israel telah berlangsung lama. Hingga saat ini, negara Palestina tidak memiliki batas-batas internasional yang disepakati, tidak memiliki ibu kota yang jelas, dan juga tidak memiliki angkatan bersenjata.
Pernyataan ini menandai langkah besar dalam kebijakan luar negeri Kanada dan bisa memengaruhi banyak hal terkait situasi di Gaza. Masyarakat internasional kini menantikan bagaimana rencana ini akan dilaksanakan dan apa dampaknya bagi konflik yang berkepanjangan ini.
Kanada Palestina pengakuan Gaza Mark Carney