Sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah melebihi 60.000 orang, menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan Gaza. Selain itu, sekitar 145.870 orang dilaporkan terluka akibat serangan yang terus berlanjut.
Dari total korban jiwa tersebut, terdapat setidaknya 147 warga Palestina, termasuk 88 anak-anak, yang meninggal karena kelaparan sejak serangan Israel dimulai. Hal ini menunjukkan dampak besar yang dialami oleh penduduk Gaza, yang saat ini berjumlah lebih dari dua juta orang.
Serangan terbaru Israel terhadap Gaza terjadi di tengah semakin banyaknya perhatian internasional terhadap tindakan Israel. Banyak pihak mengkritik Israel atas kelaparan, pembunuhan, dan pengungsian yang dialami oleh penduduk Gaza.
Dua organisasi hak asasi manusia terkemuka di Israel, yaitu B’Tselem dan Physicians for Human Rights–Israel (PHRI), telah mengeluarkan laporan terpisah yang menuduh pemerintah Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Mereka menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza merupakan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai genosida dan menghasut genosida.
Sementara itu, sistem pemantauan kelaparan terkemuka di dunia telah mengeluarkan peringatan bahwa skenario terburuk kelaparan sedang terjadi di Gaza akibat kelaparan yang dipaksakan oleh Israel. Peringatan ini menambah ketegangan dan kekhawatiran akan keadaan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Situasi di Gaza semakin memburuk, dan banyak orang di seluruh dunia memantau perkembangan ini dengan cermat. Kondisi yang sedang berlangsung menuntut perhatian dan tindakan dari komunitas internasional untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan ini.
Gaza korban jiwa Israel kelaparan hak asasi manusia