Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Krisis Kemanusiaan di Gaza Serupa Kelaparan di Ethiopia dan Biafra

Krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza saat ini sangat mirip dengan kelaparan yang melanda Ethiopia dan wilayah Biafra di Nigeria pada abad ke-20. Badan Pangan Dunia PBB, World Food Programme (WFP), memperingatkan bahwa situasi ini dapat menewaskan banyak orang.

Direktur Darurat WFP, Ross Smith, menyatakan, "Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat di abad ini." Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers di Jenewa. Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa kondisi di Gaza mengingatkan kita akan bencana kelaparan yang terjadi di Ethiopia dan Biafra sebelumnya.

Kelaparan di Ethiopia pada tahun 1983-1984 menyebabkan lebih dari satu juta orang meninggal, sedangkan kelaparan akibat perang Biafra antara tahun 1967 hingga 1970 juga mengakibatkan lebih dari satu juta kematian.

Organisasi pemantau kelaparan global, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), telah memberikan peringatan bahwa kelaparan sudah terjadi di Jalur Gaza seiring dengan memburuknya kondisi. "Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa kelaparan yang meluas, malnutrisi, dan penyakit telah menyebabkan peningkatan kematian yang terkait dengan kelaparan," ungkap IPC.

Meski IPC belum secara resmi menyatakan bahwa telah terjadi kelaparan, mereka akan segera melakukan penilaian situasi. IPC, yang didukung oleh PBB, berfungsi sebagai kelompok organisasi untuk memantau keadaan malnutrisi di daerah tersebut.

Mereka menekankan bahwa akses kemanusiaan yang "segera dan tanpa hambatan" ke Gaza sangat diperlukan untuk menghentikan lebih banyak kelaparan dan kematian.

Israel saat ini memberlakukan blokade hampir total terhadap bantuan kemanusiaan, yang telah menyebabkan kelaparan dan mengakibatkan 147 warga Palestina, termasuk 88 anak-anak, meninggal. Pejabat setempat melaporkan bahwa sekitar 40.000 bayi berada dalam risiko kematian yang dekat akibat kekurangan susu formula.

Kondisi ini menunjukkan betapa mendesaknya situasi di Gaza dan perlunya perhatian serta bantuan dari berbagai pihak.

library_books Middleeasteye