Kanselir Jerman, Friedrich Merz, kembali menyampaikan kritiknya mengenai situasi kemanusiaan di Gaza. Ia menyebutkan bahwa kondisi di wilayah tersebut "tidak lagi dapat diterima." Pernyataan ini disampaikan di tengah keputusan pemerintah Jerman yang tidak menandatangani pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Senin.
Pernyataan bersama tersebut, yang dipimpin oleh Inggris, menyerukan agar "perang di Gaza segera diakhiri." Selain itu, pernyataan itu juga menolak segala langkah yang dapat menyebabkan perubahan territorial atau demografis di Wilayah Palestina yang Diduduki. Rencana pemukiman E1 yang diumumkan oleh Administrasi Sipil Israel, jika dilaksanakan, akan membagi negara Palestina menjadi dua, yang jelas melanggar hukum internasional dan akan mengancam solusi dua negara.
Keputusan Jerman untuk tidak ikut serta dalam pernyataan ini mengundang perhatian, terutama mengingat sikap Berlin yang sebelumnya kurang tegas dalam mengutuk tindakan Israel di Gaza. Ketika ditanya mengapa Jerman tidak mendukung pernyataan tersebut, Merz mengacu pada deklarasi yang sudah diadopsi sebelumnya oleh Dewan Eropa. Deklarasi tersebut, yang dirilis pada akhir Juni, menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan sandera, dan meminta Israel untuk mengangkat pembatasan terhadap aliran bantuan. Namun, deklarasi itu tidak menyebutkan atau menolak rencana pemukiman E1.
Merz mengatakan bahwa pernyataan Dewan Eropa itu "praktis identik dalam isi" dengan pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin. Ia juga menekankan, "Saya adalah salah satu yang pertama mengatakan dengan jelas, juga di Jerman, bahwa kondisi di Gaza tidak lagi dapat diterima."
Sikap Jerman ini menunjukkan kompleksitas situasi politik di Eropa terkait konflik di Gaza dan bagaimana negara-negara barat merespons krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Jerman Friedrich Merz Gaza situasi kemanusiaan pernyataan bersama