Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, menyampaikan keprihatinannya mengenai masalah pertanian dan lingkungan yang sedang melanda Provinsi Jambi. Menurutnya, masalah ini memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Edi Purwanto menjelaskan bahwa di Kota Sungai Penuh terdapat sekitar 3.000 hektare sawah yang saat ini tidak bisa difungsikan karena terendam air. "Dahulu, lahan ini adalah lahan produktif untuk padi, tetapi sekarang berubah menjadi tempat masyarakat mencari ikan," ujar Edi Purwanto.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa upaya untuk mengatasi masalah ini sudah dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, biaya normalisasi yang diperlukan sangat besar, mencapai miliaran rupiah, dan terlalu berat untuk ditanggung oleh pemerintah daerah.
Edi Purwanto juga menyoroti kondisi Sungai Batanghari yang mengalami pendangkalan dan abrasi. Hal ini, menurutnya, bisa mengancam keberlanjutan pertanian di daerah tersebut.
"Pemerintah Pusat perlu memberikan perhatian lebih terhadap daerah-daerah seperti Sungai Penuh dan kawasan sekitar Sungai Batanghari. Daerah ini memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan konservasi lingkungan," tegas Edi Purwanto saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pekerjaan Umum pada hari Kamis, 17 Juli 2025.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, Edi Purwanto berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini dan melindungi lahan pertanian yang tersisa. Hal ini penting agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan lahan pertanian mereka dengan baik.
DPR RI Edi Purwanto pertanian Jambi lingkungan