Setelah berakhirnya Perang Dingin, konsep mutual assured destruction atau penghancuran timbal balik semakin jarang dibicarakan. Namun, kini isu tentang perang nuklir kembali menjadi topik hangat seiring dengan meningkatnya persaingan antara kekuatan besar di dunia.
Perjanjian terakhir yang membatasi senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, yang dikenal sebagai New START, akan berakhir pada bulan Februari mendatang. Tanpa adanya pengganti yang jelas, tekanan semakin meningkat bagi Amerika untuk memperbarui infrastruktur senjata nuklir mereka.
Amerika Serikat sedang memodernisasi semua bagian dari "triad" senjata nuklirnya yang meliputi senjata yang diluncurkan dari darat, laut, dan udara. Beberapa dari senjata ini sudah berusia hampir setengah abad. Namun, perdebatan mengenai biaya dan strategi mempersulit proses ini.
Sejumlah ahli berpendapat bahwa tanggung jawab yang besar kini berada di tangan para perwira muda yang siaga di bunker bawah tanah. Mereka harus siap menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Isu ini menunjukkan kembali betapa pentingnya dialog dan perjanjian internasional dalam menghindari potensi bencana besar. Kondisi ini juga mengingatkan kita akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh senjata nuklir jika tidak dikelola dengan baik.
Gambar: Sersan Angkatan Udara Michael A. Richmond
nuklir perang dingin senjata AS Rusia perjanjian