Ethiopia, negara di Afrika Timur dengan populasi sekitar 135 juta jiwa, telah memulai langkah besar dalam mengubah ekonominya yang selama ini dikendalikan oleh negara. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Ethiopia mengambil langkah-langkah untuk membuka berbagai sektor ekonomi, termasuk perbankan dan ritel, kepada persaingan internasional.
Pada bulan Januari, Ethiopia meluncurkan bursa saham pertamanya, yang merupakan langkah penting menuju modernisasi sistem keuangan negara tersebut. Pembukaan bursa saham ini diharapkan dapat menarik investor asing dan memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan lokal untuk berkembang.
Selain itu, pada bulan ini, parlemen Ethiopia telah menyetujui undang-undang yang memungkinkan orang asing untuk memiliki properti di negara tersebut. Ini adalah terobosan signifikan, mengingat sebelumnya kepemilikan properti oleh orang asing sangat dibatasi. Dengan kebijakan baru ini, Ethiopia berharap dapat menarik lebih banyak investasi asing, yang diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi.
Ethiopia bercita-cita untuk mengikuti jejak negara-negara seperti Polandia, yang telah berhasil mengubah ekonominya menjadi lebih kuat dan bersaing di pasar global. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi Ethiopia yang bisa membuatnya lebih mirip dengan Rusia, negara yang dikenal dengan kontrol ketat terhadap ekonominya dan peraturan yang kompleks.
Dengan langkah-langkah liberalisasi yang diambil, Ethiopia menunjukkan niatnya untuk bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi di kawasan Afrika. Namun, penting bagi pemerintah untuk mengatasi tantangan yang ada agar tidak terjebak dalam struktur ekonomi yang serupa dengan negara-negara yang memiliki pengendalian ketat. Keberhasilan transformasi ini akan bergantung pada bagaimana Ethiopia dapat menyeimbangkan antara pembukaan pasar dan tetap mempertahankan stabilitas ekonomi.
Ethiopia liberalisasi ekonomi investasi asing properti bursa saham