Israel baru-baru ini mengumumkan perluasan operasi militer di pusat Jalur Gaza, terutama di daerah Deir al-Balah. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa operasi ini akan dilakukan di area yang sebelumnya tidak terjangkau. Hal ini diumumkan melalui platform online pada hari Minggu.
Dalam pernyataan berbahasa Arab, Adraee meminta warga Palestina yang tinggal di daerah tersebut untuk berpindah ke wilayah Al-Mawasi, yang terletak lebih selatan dan telah ditetapkan sebagai "zona kemanusiaan" oleh Israel. Sejak dimulainya konflik yang dipicu oleh serangan Hamas pada bulan Oktober 2023, banyak penduduk di daerah pesisir Gaza telah dipaksa untuk mengungsi setidaknya sekali.
Israel terus mengingatkan penduduk tentang kemungkinan serangan yang akan datang terhadap target-target Hamas. Namun, laporan dari pihak perlindungan sipil yang dikelola Hamas menyatakan bahwa pada hari Minggu, militer Israel telah menyerang orang-orang yang mencari perlindungan, mengakibatkan setidaknya 93 orang tewas. Menurut juru bicara perlindungan sipil, Mahmud Bassal, 80 orang di antaranya tewas setelah kedatangan konvoi bantuan di kota Gaza. Namun, informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan tersebut. Di tengah meningkatnya ketegangan, kritik tajam terhadap tindakan militer Israel juga datang dari pemimpin agama, termasuk Paus Leo XIV. Dalam sebuah pernyataan, ia menyerukan penghentian segera dari "kekejaman perang" dan mengingatkan masyarakat internasional untuk menghormati hukum kemanusiaan. Paus juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan serta pengusiran paksa penduduk.
Pada saat berdoa di lokasi liburannya di Castel Gandolfo, Paus mengungkapkan rasa sakitnya atas serangan terhadap gereja Katolik di kota Gaza. Krisis ini semakin menegaskan pentingnya dialog dan upaya perdamaian dalam menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama ini.
Israel Gaza Hamas operasi militer korban jiwa