Gaza, 22 Juli 2025 – Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, telah menuduh Israel melakukan pemblokiran yang mengakibatkan "kelaparan bagi warga sipil", termasuk satu juta anak di Gaza. UNRWA mengeluarkan pernyataan ini pada hari Minggu, mendesak Israel untuk mengangkat blokade dan memungkinkan bantuan kemanusiaan mengalir dengan bebas ke wilayah yang terjepit tersebut.
Di tempat distribusi yang dijalankan oleh GHF, sebuah lembaga yang didukung oleh AS dan Israel, warga sipil yang mencoba mengakses makanan sering kali menjadi korban tembakan oleh tentara Israel. Berdasarkan laporan dari otoritas kesehatan Palestina, sejak GHF didirikan pada akhir Mei, hampir 900 orang telah kehilangan nyawa.
Agensi pertahanan sipil Gaza melaporkan pada hari Minggu bahwa jumlah bayi yang meninggal akibat kelaparan semakin meningkat. Juru bicara pertahanan sipil, Mahmud Bassal, menjelaskan kepada AFP, "Kasus-kasus yang menyedihkan ini tidak disebabkan oleh serangan langsung, tetapi oleh kelaparan, kurangnya susu formula bayi, dan tidak adanya layanan kesehatan dasar." Dalam satu minggu terakhir, setidaknya tiga bayi dilaporkan meninggal.
Kantor urusan kemanusiaan PBB juga memperingatkan bahwa keluarga di Gaza mengalami "kelaparan yang menghancurkan", dengan anak-anak "menjadi kurus" dan beberapa di antaranya meninggal sebelum bantuan dapat tiba. Dalam pernyataan yang diposting di X, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebutkan bahwa orang-orang yang mencari makanan sering kali ditembak, menyebut situasi ini sebagai "tidak dapat diterima".
Program Pangan Dunia (WFP) sebelumnya menyatakan bahwa hampir sepertiga populasi Gaza tidak makan selama beberapa hari. Agensi tersebut memperingatkan bahwa ribuan orang menghadapi kelaparan yang sangat parah dan kembali mendesak agar dihentikan tembakan dan akses kemanusiaan diberikan tanpa hambatan.
Para profesional medis di lapangan menggambarkan situasi yang semakin memburuk. "Kami menuju ke arah yang tidak pasti," kata Mohammed Abu Afash, direktur Medical Relief di Gaza. "Kekurangan gizi di antara anak-anak telah mencapai tingkat tertinggi."
Abu Afash juga menyampaikan kepada Al Jazeera Arabic bahwa wanita dan anak-anak jatuh pingsan akibat kelaparan. "Kelaparan mempengaruhi semua orang. Hari-hari mendatang bisa menjadi bencana jika makanan tidak diizinkan masuk."
Palestina juga melaporkan bahwa setidaknya 71 anak telah meninggal akibat malnutrisi selama perang, dan 60.000 lainnya mengalami gejala malnutrisi. Keadaan ini menyoroti krisis kemanusiaan yang mendalam yang sedang dialami oleh penduduk Gaza.
UNRWA Israel Gaza bantuan kemanusiaan kelaparan anak