Dua penelitian terbaru memberikan harapan bahwa penyakit Parkinson dapat suatu hari nanti dibalikkan pada manusia. Namun, para ahli memperingatkan bahwa penyakit yang kompleks ini kemungkinan besar memerlukan beberapa pengobatan tambahan.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus penyakit Parkinson telah meningkat dua kali lipat dalam 25 tahun terakhir. Untuk beberapa dekade, para ilmuwan telah menyelidiki apa yang memicu gangguan ini untuk mengurangi gejalanya dan memperkirakan kemunculannya. Kini, serangkaian terapi eksperimental sedang dikembangkan sebagai langkah awal untuk membalikkan kondisi yang mempengaruhi hampir 10 juta orang di seluruh dunia. Biaya pengobatan penyakit ini diperkirakan mencapai sekitar $10,000 atau sekitar 150 juta rupiah per pasien setiap tahun, jika memperhitungkan biaya medis langsung dan tidak langsung.
Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis degeneratif di mana sel-sel yang memproduksi dopamin di otak mati, menyebabkan gejala seperti tremor, kekakuan otot, lambatnya gerakan, dan perubahan keseimbangan. Saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, dan pengobatan yang ada pun terbatas.
Kay Double, seorang profesor di Sekolah Ilmu Kesehatan Universitas Sydney, telah meneliti mekanisme biologis yang mendasari penyakit ini selama lebih dari satu dekade. Tujuannya adalah untuk menemukan cara untuk memperlambat atau bahkan menghentikan perkembangan penyakit Parkinson.
Dengan adanya penelitian ini, masyarakat berharap akan ada kemajuan dalam pengobatan penyakit Parkinson. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menemukan pengobatan yang efektif dan aman bagi para penderita.
penyakit Parkinson penelitian harapan pengobatan kesehatan