Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lula Kecam Ancaman Tarif Presiden Trump

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang lebih dikenal dengan nama Lula, mengutuk ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Lula menilai ancaman tersebut sebagai pemerasan yang tidak dapat diterima. Dalam pernyataannya, Lula juga menyatakan bahwa upaya Trump untuk mengkritik sistem peradilan Brasil adalah serangan serius terhadap kedaulatan nasional.

Trump baru-baru ini mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50% pada barang-barang asal Brasil mulai 1 Agustus. Ancaman tarif ini akan tetap berlaku hingga tuntutan hukum terhadap mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, dicabut. Bolsonaro saat ini sedang diadili karena dugaan keterlibatannya dalam upaya kudeta setelah pemilihan presiden 2022, yang dimenangkan oleh Lula. Namun, Bolsonaro membantah semua tuduhan tersebut.

Lula menambahkan bahwa politisi Brasil yang mendukung kebijakan Trump adalah "pengkhianat terhadap tanah air." Dia menegaskan, "Tidak ada orang asing yang akan memberikan perintah kepada presiden ini," sambil menyebut Trump dengan istilah "gringo," yang umumnya digunakan oleh masyarakat Brasil untuk menyebut orang asing tanpa maksud menghina.

Meskipun Lula mengkritik Trump, dia juga menekankan keinginannya untuk menjalin hubungan baik dengan presiden AS tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan antara kedua negara, Lula tetap berharap dapat membangun kerjasama yang positif.

library_books Dwnews