Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

AI Baru Bantu Prediksi Bentuk Protein untuk Obat

Microsoft Research baru saja memperkenalkan model AI yang dapat memprediksi berbagai bentuk yang dapat diambil oleh satu protein. Penemuan ini sangat penting untuk memahami penyakit dan mengembangkan obat baru.

Model AI ini bernama BioEmu, yang merupakan kemajuan besar dibandingkan model sebelumnya seperti AlphaFold. AlphaFold terkenal dalam memprediksi bentuk protein yang paling stabil, tetapi BioEmu mampu melakukan lebih dari itu. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal terkemuka Science pada tanggal 10 Juli 2025.

Protein bukanlah molekul yang statis; mereka adalah molekul dinamis yang sering berubah antara berbagai bentuk untuk menjalankan fungsi biologisnya. Memahami variasi "lipatan" ini sangat penting, karena banyak penyakit, termasuk kanker dan Alzheimer, terkait dengan protein yang salah lipat atau terjebak dalam bentuk yang salah.

BioEmu adalah sistem pembelajaran mendalam generatif yang dapat meniru perilaku keseimbangan protein. Dalam beberapa jam, BioEmu dapat menghasilkan ribuan struktur yang mungkin dan secara statistik mungkin untuk satu protein hanya dengan menggunakan satu GPU. Proses ini jauh lebih cepat dibandingkan simulasi dinamika molekuler tradisional yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk mencapai hasil serupa.

Dengan memberikan gambaran tentang seluruh "ensemble" bentuk-bentuk protein yang mungkin, BioEmu dapat membantu ilmuwan menemukan "saku pengikatan" yang sebelumnya tersembunyi untuk obat baru dan memahami mekanisme penyakit yang disebabkan oleh salah lipatnya protein. Kemampuan untuk melihat seluruh jangkauan kemungkinan struktur protein ini diharapkan dapat mempercepat penemuan obat dan desain protein baru untuk tujuan terapeutik.

Para peneliti percaya bahwa alat baru ini akan memungkinkan generasi hipotesis yang dapat diuji dengan cepat tentang fungsi dan disfungsi protein, membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

library_books Science