Seorang backpacker asal Jerman yang berusia 26 tahun berhasil diselamatkan setelah terjebak di daerah terpencil atau Outback Australia selama beberapa hari. Ia ditemukan oleh seorang wanita Australia, Tania Henley, yang melihatnya di sebuah jalur menuju lokasi yang lebih aman. Kejadian ini terjadi pada hari Jumat lalu.
Setelah pencarian yang panjang, backpacker tersebut kini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit di Perth. Dalam sebuah unggahan di Facebook kepada Polisi Australia Barat, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dari banyak orang yang terus mencarinya.
"Der Gedanke an all die Menschen, die an mich geglaubt, nach mir gesucht und weiter für mich gehofft haben, gab mir in meinen dunkelsten Momenten die Kraft, weiterzumachen," tulisnya, yang berarti, "Pikiran tentang semua orang yang percaya kepada saya, yang mencari saya, dan terus berharap untuk saya memberi saya kekuatan untuk terus melanjutkan di saat-saat tergelap saya."
Selama dua tahun terakhir, backpacker ini menjelajahi Australia dan sebagian dari perjalanannya dibiayai melalui pekerjaan di tambang. Selama berada di Outback, ia mengalami kondisi cuaca yang ekstrem. Menurut laporan polisi, ia terpaksa minum air hujan dan air dari genangan, serta tidur di dalam gua untuk bertahan hidup. Ia menghadapi tantangan seperti hujan deras dan suhu dingin, serta terik matahari Australia yang sangat panas.
Penemuan backpacker ini oleh Tania Henley memberikan harapan baru setelah hari-hari yang melelahkan dalam pencariannya. Tania kemudian membawanya ke lokasi yang lebih aman dengan kendaraannya. Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan saat berpetualang di alam bebas, terutama di daerah yang sulit dijangkau seperti Outback Australia.
backpacker Australia penemuan berita Outback