Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bintang Sepak Bola Palestina Muhannad Fadl al-Lay Meninggal Dunia

Muhannad Fadl al-Lay, seorang bintang sepak bola Palestina, meninggal dunia pada hari Kamis setelah terluka akibat serangan Israel di rumahnya di kamp pengungsi al-Maghazi. Al-Lay adalah pemain untuk klub Al-Maghazi Services dan juga tim nasional sepak bola Palestina.

Dalam pernyataannya, Asosiasi Sepak Bola Palestina mengungkapkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh sebuah drone yang menembakkan roket ke arah kamar Muhannad di lantai tiga rumahnya. Akibat serangan itu, ia mengalami pendarahan otak yang parah yang mengakibatkan kematiannya.

Sebelum pecahnya perang, Muhannad berusaha untuk pergi ke Norwegia untuk bergabung dengan istrinya. Namun, ia tidak diizinkan untuk meninggalkan Jalur Gaza yang dikepung, sehingga ia tidak bisa bertemu dengan keluarganya.

Kematian Muhannad menambah jumlah atlet yang tewas selama perang Israel yang berlangsung lebih dari 600 hari di Gaza, yang kini mencapai setidaknya 585 orang, termasuk 265 pemain sepak bola.

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Palestina juga mengumumkan kematian pemain sepak bola Mustafa Abu Amirah, yang terbunuh dalam serangan Israel di sebuah kafe di tepi pantai Kota Gaza.

Serangan terhadap Kafe al-Baqa di Pantai Kota Gaza mengakibatkan setidaknya 33 warga Palestina tewas dan sekitar 50 lainnya terluka. Dalam serangan yang sama, Malak Musleh, petinju wanita termuda di Gaza, juga ikut tewas.

Selama 21 bulan terakhir, lebih dari 57.130 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka akibat perang Israel di Gaza, dengan lebih dari 135.170 lainnya terluka dan banyak lagi yang masih hilang di bawah reruntuhan.

Israel secara rutin menargetkan infrastruktur olahraga dan atlet di Gaza sejak serangan yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Serangan ini telah merusak 264 fasilitas olahraga di wilayah yang dikepung, dengan 184 di antaranya hancur total. Di antara fasilitas yang hancur terdapat 12 stadion yang dibangun dengan dana dari FIFA, di mana beberapa stadion lainnya telah diubah menjadi tempat penampungan bagi pengungsi.

Peristiwa ini menunjukkan dampak besar dari konflik yang sedang berlangsung, terutama pada generasi muda dan atlet yang berjuang untuk berprestasi di tengah situasi yang sangat sulit.

library_books Middleeasteye