Dalam 20 bulan terakhir, warga Palestina telah mengalami kesulitan akibat meningkatnya kehadiran militer Israel. Dalam kondisi seperti ini, situs crowdfunding atau penggalangan dana telah menjadi salah satu cara untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan finansial.
Namun, sebuah laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa sejumlah halaman GoFundMe yang mengumpulkan dana untuk membantu Palestina mengalami masalah. Banyak dana yang seharusnya disalurkan untuk bantuan seperti tenda, makanan, dan pakaian dibekukan atau bahkan dikembalikan tanpa alasan yang jelas.
Fast Company melaporkan bahwa Lena Dajani, salah satu pendiri The Sameer Project, mengungkapkan bahwa GoFundMe mengklaim mematuhi kebijakan tertentu yang menyebabkan pengembalian dana tersebut. "Meskipun halaman kami sedang dalam peninjauan, GoFundMe membiarkan penggalangan dana tetap terbuka untuk sumbangan, yang bukan merupakan praktik umum. Mereka juga memerlukan waktu yang tidak wajar untuk mengembalikan dana," kata Dajani.
Situasi ini menjadi tantangan bagi banyak penggalangan dana yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina. Rencana untuk mendirikan tempat tinggal darurat, menyuplai makanan, dan memberikan pakaian jadi terhambat akibat kebijakan yang tidak konsisten dari platform crowdfunding ini. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya proses penggalangan dana untuk isu yang sangat penting ini.
Dengan berbagai kendala yang dihadapi, banyak yang berharap agar platform crowdfunding dapat lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan mendesak ini. Penggalangan dana untuk Palestina menjadi lebih penting dari sebelumnya, dan setiap dukungan sangat dihargai.
Palestina GoFundMe bantuan crowdfunding masalah