Brasil, 1 Juli 2025 - Pemerintah Brasil mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan Amerika Serikat (AS) ke situs nuklir Iran minggu lalu. Pernyataan resmi ini menyatakan bahwa Brasil "sangat mengutuk" serangan tersebut, yang berbeda dengan reaksi negara-negara Barat lainnya yang umumnya mendukung tindakan AS.
Kedekatan Brasil dengan rezim Iran tampaknya akan berlanjut, terutama karena Brasil akan menjadi tuan rumah KTT BRICS pada awal Juli mendatang. Dalam pertemuan ini, delegasi dari negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran diharapkan hadir. BRICS adalah kelompok negara-negara dengan ekonomi yang sedang berkembang, dan pertemuan ini menjadi penting bagi hubungan internasional.
Kebijakan luar negeri Brasil di bawah kepemimpinan Presiden Luiz InĂ¡cio Lula da Silva semakin terlihat tidak konsisten. Hal ini terlihat dari keputusannya untuk mendukung Iran di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS. Sementara itu, popularitas Presiden Lula juga semakin menurun di dalam negeri, seiring dengan tantangan yang dihadapinya dalam mengelola isu-isu domestik dan internasional.
Banyak pengamat mengaitkan sikap Brasil ini dengan keinginannya untuk memperkuat posisi Brasil di panggung global, terutama di tengah suasana politik yang semakin kompleks. Namun, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan luar negeri Brasil ke depan.
Dengan pertemuan BRICS yang akan datang, dunia akan memantau bagaimana Brasil berencana untuk memainkan perannya dalam kelompok ini dan bagaimana sikapnya terhadap negara-negara besar lainnya. Apakah Brasil akan terus mendukung Iran atau akan beradaptasi dengan perubahan situasi global? Hanya waktu yang akan menjawab.