Derek Mobley, seorang profesional TI berusia 50 tahun asal Carolina Utara, mengajukan gugatan terhadap perusahaan perangkat lunak Workday. Ia mengklaim bahwa algoritma yang digunakan oleh Workday untuk merekrut karyawan mendiskriminasi dirinya berdasarkan umur, ras, dan disabilitasnya. Mobley yang merupakan lulusan Morehouse College dan mengalami kecemasan serta depresi, merasa bahwa peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan sangat kecil. Selama masa pengangguran dari tahun 2017 hingga 2019 dan beberapa tahun setelahnya, ia sudah melamar lebih dari 100 pekerjaan, namun selalu mendapatkan penolakan atau tidak mendapatkan balasan sama sekali.
Mobley menyadari bahwa banyak perusahaan yang dilamarnya menggunakan platform perekrutan online yang dibuat oleh Workday. Platform ini dikenal sebagai sistem pelacakan pelamar, yang membantu perusahaan dalam melacak dan menyaring kandidat. Menurut Mobley, ia hanya melamar pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya. "Ada kurva standar dalam statistik. Tidak masuk akal jika tingkat kegagalan saya mencapai 100%," ujar Mobley.
Gugatan yang diajukan Mobley kini menjadi tantangan terbesar terhadap perangkat lunak yang digunakan dalam hampir setiap keputusan perekrutan. Bulan lalu, setelah beberapa kali upaya hukum yang gagal oleh Workday, seorang hakim federal di California memutuskan bahwa klaim diskriminasi umur Mobley dapat dilanjutkan sebagai tindakan kolektif. Keputusan ini membuka kemungkinan bagi jutaan klaim dari pencari kerja berusia di atas 40 tahun.
Workday menanggapi bahwa klaim Mobley tidak berdasar. Mereka menjelaskan bahwa perangkat lunak mereka mencocokkan kata kunci di résumé dengan kualifikasi pekerjaan yang diinput oleh pelanggan mereka untuk setiap posisi, dan kemudian memberikan skor kepada pelamar sebagai kecocokan kuat, baik, adil, atau rendah.
Meskipun Mobley memiliki kasus yang sulit untuk dibuktikan, gugatan ini mungkin memakan waktu bertahun-tahun dalam proses hukum. Namun, kasus ini dapat memaksa Workday untuk menjelaskan bagaimana algoritma mereka menilai aplikasi, sebuah proses yang hingga kini masih menjadi misteri sejak pencarian kerja mulai pindah ke dunia online beberapa dekade lalu.
Derek Mobley Workday diskriminasi umur kerja